SEMANGAT BARU DITJEN PDASHL

2 April 2018, Tiga pimpinan tinggi madya  (eselon 1 ) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dilantik pagi tadi di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta.  Menteri LHK melantik pejabat yang mempunyai posisi penting dan kunci sehingga diproses secara pola mutasi sesuai dengan peraturan pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Menteri LHK melantik Dr. Ir. Ilyas Asaad, MP, MH sebagai Inspektur Jenderal KLHK yang sebelumnya beliau menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah.

Kedua pimpinan tinggi madya (eselon 1) berikutnya, masing-masing pejabat ini dilantik bertukar tempat atau menjabat dari posisi sebelumnya. Menteri LHK melantik Dr. Ir. Ida Bagus Putera Prathama, M.Sc sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) serta Dr. Ir. Hilman Nugroho, MP sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL).

Dr. Ir. Hilman Nugroho, MP merupakan sosok pemimpin tegas, disiplin, khas bicara “medhok” jawa bagi orang yang disekitarnya. Beliau menjabat sebagai Dirjen BPDASPS/ PDASHL + 5 tahun 7 bulan 25 hari (th 2012 – 2018). Waktu yang tidak sebentar bagi pemimpin kelahiran Jepara membimbing karyawan/karyawati lingkup Ditjen PDASHL. Terobosan dan prestasi untuk Negara khususnya Kementerian LHK sangat diapresiasi oleh Menteri LHK maupun Presiden RI.

Saat ini tongkat estafet kepemimpinan Ditjen PDASHL berpindah tangan ke Dr. Ir. Ida Bagus Putera Prathama, M.Sc. Terhitung tanggal 2 April 2018, pemimpin baru dengan semangat baru dimulai. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Ditjen PDASHL dapat memberikan konstribusi besar bagi Negara khususnya Kementerian LHK dalam memenuhi pembangunan sesuai visi misi Presiden RI.

PUNCAK ACARA HARI BHAKTI RIMBAWAN KE-35

Setiap tanggal 16 Maret diperingati Hari Bhakti Rimbawan. Terbentuknya Departemen Kehutanan saat Pembentukan Kabinet Pembangunan IV tanggal 16 Maret 1983 menjadi cikal bakal diperingati Hari Bhakti Rimbawan.

Jumat, 16 Maret 2018, menjadi puncak acara Hari Bakti Rimbawan ke-35. Tema yang diangkat pada acara ini yaitu “Melalui Bhakti Rimbawan, Kita Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Kesejahteraan Rakyat”. Menteri LHK Siti Nurbaya berharap tema peringatan ini dapat menyemangati para rimbawan di seluruh Indonesia untuk terus berkiprah dalam bakti Negara dan bangsa melalui pelaksanaan tugas-tugasnya di berbagai tatanan kerja.

Menteri LHK terus memberikan apresiasinya dengan memberikan penghargaan agar terus berjuang dan bekerja keras demi kelestarian alam serta lingkungan. “Kepada seluruh rimbawan seluruh Indonesia, Anda adalah pejuang bangsa, keberanian dan dedikasi dalam rangka menjaga lingkungan dan hutan kita, sungguh-sungguh bermakna demi masa depan manusia, dan seluruh bangsa Indonesia” tutup sambutan Menteri LHK pada apel pagi Hari Bhakti Rimbawan ke-35.

Tanam Pohon Peringati Hari Bhakti Rimbawan ke-35

Kamis, 15 Maret 2018, Pantai Indah Kapuk Jakarta menjadi saksi penanaman pohon yang diperingati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangkaian acara Hari Bhakti Rimbawan ke 35.

Pohon jenis Damar yang ditanam oleh Menteri LHK Siti Nurbaya memulai acara tanam pohon tersebut. Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung LHK Hilman Nugroho beserta jajarannya mendampingi Menteri LHK menjelaskan fungsi pohon Damar yang ditanam. Para rimbawan KLHK turut serta menanam pohon sejumlah 192 batang yang telah disiapkan ajir beserta lubang tanamnya.

Penanaman pohon berguna untuk menjaga ketersediaan air. Selain itu, tanam pohon memberikan kesejukan apalagi ditanam di wilayah perkotaan seperti di daerah Pantai Indah Kapuk. Semua manusia tidak hanya “mengambil”, tetapi juga harus “memberi”, ingatlah bahwa hutan adalah Maha Taman tempat kita bekerja, ketika mengambil air dari alam maka kelestarian hutan dan mata air harus tetap terjaga” sambutan Menteri LHK dalam pidatonya di acara tanam pohon memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke-35.

Penanaman dalam Rangka Hari Bhakti Rimbawan ke 35 di Sulawesi Selatan

BPDASHL  Jeneberang Saddang sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bibit produktif sebanyak 700 batang pohon, yang terdiri dari jenis Manggis dan Durian Okulasi untuk ditanam dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan ke 35 yang dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Selatan.

Aksi penanaman dilakukan oleh UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan. Penanaman dilaksanakan di lokasi Bulu Tombolo, Dusun Patiro, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros pada hari Rabu, 7 Maret 2018. Tidak kurang dari 250 orang hadir, melakukan aksi penanaman antara lain Kepala UPT dan staf dari BPDASHL Jeneberang Saddang, Balai TN Bantimurung Bulusaraung, BPTH Wilayah II, BPHP VIII Makassar, Balai Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Besar KSDA Sulawesi, SMKK Makassar, Balai PPI dan Karhutla Sulawesi, BPKH VII Makassar, Balai Gakkum LHK Sulawesi, Balai Diklat LHK Makassar, BPSKL Sulawesi, P3E Sulawesi Maluku, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan serta masyarakat desa setempat.

Tidak seperti halnya acara penanaman yang biasa dilakukan di daerah yang mudah dijangkau, penanaman kali ini dilakukan di puncak bukit, dengan ketinggian 500 mdpl. Hal tersebut tidak menyurutkan sosok Ibu Rochimah Nugrahini, kepala BPDASHL Jeneberang Saddang dan kepala UPT lainnya, yang diikuti oleh para staf untuk mendaki dan melakukan penanaman. Selain bibit produktif dari BPDAS HL Jeneberang Saddang, ditanam juga 300 batang bibit pohon Eboni yang berasal dari persemaian permanen BPTH Wilayah II. Sebelum acara penanaman dimulai, secara simbolis diserahkan bibit manggis oleh Kepala BPDASHL Jeneberang Saddang kepada perwakilan masyarakat. Tak lama setelah penanaman, seoalah mendapat ridho Sang Pencipta, hujan deras mengguyur lokasi sehingga banyak peserta yang basah kuyup. Aksi penanaman dalam rangka Hari Bakti Rimbawan ini juga dilakukan untuk melaksanakan himbauan Presiden RI untuk menyukseskan Gerakan Tanam dan Pelihara 25 Pohon Selama Hidup, guna perbaikan kondisi daerah aliran sungai dan peningkatan pendapatan masyarakat.

KLHK Bersama Toyota Menanam Mangrove

Hari Kamis tanggal 1 Maret 2018 telah dilaksanakan penanaman mangrove di Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes. KLHK bersama Toyota beserta Pemerintah Daerah setempat bersama-sama melakukan penanaman mangrove.

Toyota menjadi salah satu perusahaan yang konsen pada kegiatan rehabilitasi mangrove, karena sejak tahun 2013 telah menanam 1.630.000 bibit mangrove di seluruh Indonesia. Kegiatan ini perlu ditiru oleh perusahaan lain. Contoh program Toyota yaitu setiap terjual 1 unit mobil Toyota akan menanam 1 bibit tanaman.

Program yang bagus terus dilaksanakan Program tersebut juga perlu adanya sinergi dan kerja bersama. Jika itu dilakukan dengan baik, hutan Indonesia akan lebih baik.

 

Gambar : Ditjen PDASHL

Info : BPDASHL Pemali Jratun

Pemaparan Dirjen PDASHL KLHK

Kepada Media Tentang Banjir di Jakarta

dan Tanah Longsor di Puncak Bogor

 

A.     Kejadian Banjir di Jakarta

DAS merupakan seluruh wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan sungai dan anak sungai, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang dibatasi oleh pemisah topografis/gigir gunung. Dalam wilayah administrasi DKI Jakarta terdapat 6 DAS yaitu DAS Angke-Pesanggrahan, Krukut, Ciliwung, Sunter, Buaran, dan Cakung. Total luas 6 DAS 150.890 Ha.

Kejadian banjir di Jakarta merupakan fenomena alam yang terjadi dikarenakan debit aliran sungai melebihi daya tampungnya. Penyebab terjadinya banjir di wilayah Jakarta adalah hujan yang turun selama 3 hari (3-5 Februari 2018) berturut-turut baik di bagian hulu maupun di hilir DAS, dengan curah hujan berat/ekstrim terjadi pada tanggal 5 Februari 2018 di bagian hulu DAS Ciliwung (Citeko Puncak) sebesar 152 mm/hari. Hal ini didukung dengan kondisi penutupan lahan di DAS Ciliwung yang 72% merupakan lahan terbangun berupa pemukiman dan gedung sehingga keberadaan situ dan daerah resapan air yang berfungsi menampung aliran permukaan sangat jauh dari cukup. Kombinasi antara durasi dan intensitas hujan yang tinggi dengan kondisi penutupan lahan berupa pemukiman dan gedung menyebabkan perbandingan aliran permukaan terhadap curah hujan (koefisien run off) rata-rata DAS yang melalui Jakarta lebih dari + 80% (normal <50%).

Upaya pengendalian banjir dalam perspektif pengelolaan DAS, antara lain :

  • Di Daerah Hulu dibuat DAM Penahan 258 unit, Guly Plug 125 unit, dan kolam retensi 5.000 unit (DKI), 27.050 unit (hulu), terasering 994,10 ha
  •  Memperbanyak ruang terbuka hijau menjadi 10% dari luas wilayah (DKI), 1200 ha (hulu)
  • Pembuatan sumur resapan 165.000 unit (DKI), 380.776 unit (Hulu)

 

B. Kejadian Longsor di Puncak Bogor

Kejadian longsor di Puncak Bogor tanggal 5 Februari 2018 terjadi pada 5 titik bagian hulu DAS Ciliwung dengan ketinggian tempat antara 1.100-1.300 mdpl. Penyebab longsor ada 2, yaitu alam dan manusia.

a.    Faktor Alam

 1.    Curah hujan yang tinggi/ekstrim mencapai 152 mm/hari pada hari ketiga setelah 2 hari hujan berturut-turut di bagian hulu (Citeko)

 2.    Kelerengan lahan antara 15% - 25% yang berbukit dan bergelombang

 3.    Jenis tanah andosol/regosol yang peka terhadap erosi

 4.  Kondisi lahan potensial kritis

 

b.    Faktor Manusia

1.    Perencanaan tata ruang yang belum optimal

2.    Keterlanjutan aktivitas manusia di kawasan lindung

3.    Pemotongan tebing untuk jalan

4.    Aktivitas pertanian yang tidak memperhatikan KTA

5.    Kegagalan struktur dinding tanah

6.  Penegakan hukum di setiap sektor belum optimal

  • Tanda-tanda akan terjadi longsor antara lain:

a.    Terjadi tebing yang rapuh dan krikil jatuh

b.    Miringnya pohon/tiang listrik

c.    Terjadi rekahan tanah

d.    Keluarnya air dari tanah secara tiba-tiba

e.    Air sumur menjadi keruh

f.     Terjadi amblesan tanah tiba-tiba

g.    Tidak ada lagi air hujan tergenang

  • Antisipasi yang harus dilakukan antara lain:

a.    Mengenali daerah rawan longsor

b.    Jangan bangun pemukiman pada daerah rawan longosr

c.    Memelihara fungsi drainase secara optimal

d.    Menggunakan system terasering

e.    Menutup rekahan tanah

f.     Membuat tanggul penahan

g.    Tidak memotong tebing tegak lurus

h.    Tidak mendirikan rumah di sekitar sungai

i.     Pemanfaatan lahan sesuai peruntukan

  • Tindak lanjut yang akan dilakukan KLHK

a.    Mengusulkan reviu tata ruang dengan detail berbasis DAS

b.    Pelaksanaan RHL dan pembuatan bangunan KTA pada hulu baik di dalam maupun di luar kawasan hutan

c.    Pada lokasi kebun teh yang mempunyai kelerengan tinggi agar dikayakan dengan penanaman pohon perakaran dalam (agroforestry)

d.  Sosialisasi, penyuluhan, dan penegakkan hukum.

 

 

 

 

Galeri Video

Kalendar

April 2018
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

LOGIN